BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Wednesday, March 23, 2011

PROSES KEJADIAN MANUSIA MENURUT AL-QURAN

PERINGKAT SATU
     NUTFAH : iaitu peringkat pertama bermula selepas persenyawaan atau minggu pertama. Ianya bermula setelah berlakunya percampuran air mani
Maksud firman Allah dala surah al-Insan :2

       " Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia  daripada setitis air mani yang bercampur yang Kami (hendak mengujinya dengan perintah dan larangan), kerana itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat "


       Menurut Ibn Jurair al-Tabari, asal perkataan nutfah ialah nutf ertinya air yang sedikit yang terdapat di dalam sesuatu bekas samada telaga, tabung dan sebagainya. Sementara perkataan amsyaj berasal daripada perkataan masyj yang bererti percampuran


         Berasaskan kepada makna perkataan tersebut maksud ayat di atas ialah sesungguhnya Kami (Allah) menciptakan manusia daripada air mani lelaki dan air mani perempuan.
               Daripada nutfah inilah Allah menciptakan anggota-anggota yang berlainan , tingkahlaku yang berbeza serta menjadikan lelaki dan perempuan. Daripada nutfah lelaki akan terbentunya saraf, tulang dan fakulti , manakala dari nutfah perempuan akan terbentuknya darah dan daging.
             
                                                A- Sperma                  B-Sperma menembusi ovum                                                      

PERINGKAT KEDUA
ALAQAH : Peringkat pembentukan alaqah ialah pada hujung minggu pertama / hari ketujuh . Pada hari yang ketujuh telor yang sudah disenyawakan itu akan tertanam di dinding rahim (qarar makin). Selepas itu Kami mengubah nutfah menjadi alaqah.
Firman Allah yang bermaksud
" Kemudian Kami mengubah nutfah menjadi alaqah"
                                                                 al-Mukminun : 14
         Kebanyakan ahli tafsir menafsirkan alaqah dengan makna segumpal darah. Ini mungkin dibuat berasaskan pandangan mata kasar. Alaqah sebenarnya suatu benda yang amat seni yang diliputi oleh darah. Selain itu alaqah mempunyai beberapa maksud :
  • sesuatu yang bergantung atau melekat
  • pacat atau lintah
  • suatu buku atau ketulan darah


Peringkat alaqah adalah peringkat pada minggu pertama hingga minggu ketiga did alam rahim.


 PERINGKAT KETIGA
MUDGHAH : Pembentukan mudghah dikatakan berlaku pada minggu keempat. Perkataan mudghah disebut sebanyak dua kali di dalam al-Quran iaitu surah al-Hajj ayat 5 dan surah al-Mukminun ayat 14
Firman Allah yang bermaksud
"lalu Kami ciptakan darah beku itu menjadi seketul daging"
al-Mukminun : 14

      Diperingkat ini sudah berlaku pembentukan otak, saraf tunjang, telinga dan anggota-anggota yang lain. Selain itu sistem pernafasan bayi sudah terbentuk.Vilus yang tertanam di dalam otot-otot ibu kini mempunyai saluran darahnya sendiri. Jantung bayi pula mula berdengup. Untuk perkembangan seterusnya, darah mula mengalir dengan lebih banyak lagi kesitu bagi membekalkan oksigen dan pemakanan yang secukupnya. Menjelang tujuh minggu sistem pernafasan bayi mula berfungsi sendiri.


 PERINGKAT KEEMPAT
IZAM DAN LAHM : Pada peringkat ini iaitu minggu kelima, keenam dan ketujuh ialah peringkat pembentukan tulang yang mendahului pembentukan oto-otot. Apabila tulang belulang telah dibentuk, otot-otot akan membungkus rangka tersebut.
Firman Allah yang bermaksud :
"Lalu Kami mengubahkan pula mudghah itu menjadi izam da kemudiannya Kami membalutkan Izam dengan daging"
al-Mukminun : 14

Kemudian pada minggu ketujuh terbentuk pula satu sistem yang kompleks. Pada tahap ini perut dan usus , seluruh saraf, otak dan tulang belakang mula terbentuk. Serentak dengan itu sistem pernafasan dan saluran pernafasan dari mulut ke hidung dan juga ke pau-paru mula kelihatan. Begitu juga dengan organ pembiakan, kalenjar, hati, buah penggang, pundi air kencing dan lain-lain terbentuk dengan lebih sempurna lagi. Kaki dan tangan juga mula tumbuh. Begitu juga mata, telinga dan mulut semakin sempurna. Pada minggu kelapan semuanya telah sempurna dan lengkap.


       
   Janin pada usia 12 minggu

PERINGKAT KELIMA
NASY'AH KHALQAN AKHAR : Pada peringkat ini iaitu menjelang minggu kelapan , beberapa perubahan lagi berlaku. Perubahan pada tahap ini bukan lagi embrio tetapi sudah masuk ke peringkat janin.Pada bulan ketiga, semua tulang janin telah terbentuk dengan sempurnanya Kuku-kukunya pun mula tumbuh. Pada bulan keempat, pembentukan uri menjadi cukup lengkap menyebabkan baki pranatel bayi dalam kandungan hanya untuk menyempurnakan semua anggota yang sudah wujud. Walaupun perubahan tetap berlaku tetapi  perubahannya hanya pada ukuran bayi sahaja.

Janin mendapat makanan melalui uri

 PERINGKAT KE ENAM
NAFKHUR-RUH : Iaitu peringkat peniupan roh. Para ulamak Islam menyatakan bilakah roh ditiupkan ke dalam jasad yang sedang berkembang? Mereka hanya sepakat mengatakan peniupan roh ini berlaku selepas empat puluh hari dan selepas terbentuknya organ-organ tubuh termasuklah organ seks. Nilai kehidupan mereka telah pun bermula sejak di alam rahim lagi. Ketika di alam rahim perkembangan mereka bukanlah proses perkembangan fizikal semata-mata tetapi telahpun mempunyai hubungan dengan Allah s.w.t melalui ikatan kesaksian sebagaimana yang disebutkan oleh Allah di dalam al-Quran surah al-A'raf : 172. Dengan ini entiti roh dan jasad saling bantu membantu untuk meningkatkan martabat dan kejadian insan disisi Allah s.w.t
                         
TERFIKIRKAH  AKAN UNIKNYA KEJADIAN KITA ?

Hidup di Dunia Hanya Sementara

Manusia tinggal di dunia hanya untuk waktu yang singkat. Di sini, ia akan diuji, dilatih, kemudian meninggalkan dunia menuju kehidupan akhirat di mana ia akan tinggal selamanya. Harta benda serta kesenangan di dunia, walaupun diciptakan serupa dengan yang ada di akhirat, sebenarnya memiliki banyak kekurangan dan kelemahan karena harta benda dan kesenangan tersebut ditujukan hanya agar manusia mengingat hari akhirat.

Akan tetapi, orang yang ingkar tidak akan mampu memahami kenyataan ini sehingga mereka berperilaku seakan-akan segala sesuatu di dunia ini miliknya. Hal ini memperdaya mereka karena semua kesenangan di dunia ini bersifat sementara dan tidak sempurna, tidak mampu memuaskan manusia yang diciptakan untuk keindahan kesempurnaan abadi, yaitu Allah. Allah menjelaskan betapa dunia merupakan tempat sementara yang penuh dengan kekurangan,


“Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.�? (al-Hadiid: 20)


Seperti yang tertulis dalam Al-Qur`an, orang-orang musyrik hidup hanya untuk beberapa tujuan, seperti kekayaan, anak-anak, dan berbangga-bangga di antara mereka. Dalam ayat lain, dijelaskan tentang hal-hal yang melenakan di dunia,


“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allahlah tempat kembali yang baik (surga). Katakanlah, ‘Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?' Untuk orang-orang yang bertaqwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya. Dan (mereka dikaruniai) istri-istri yang disucikan serta keridhaan Allah. Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.�? (Ali Imran: 14-15)


Sebenarnya, kehidupan di dunia tidak sempurna dan tidak berharga dibandingkan kehidupan abadi di akhirat. Untuk menggambarkan hal ini, dalam bahasa Arab, dunia mempunyai konotasi “tempat yang sempit, gaduh dan kotor�?. Manusia menganggap usia 60-70 tahun di dunia sangat panjang dan memuaskan. Akan tetapi, tiba-tiba kematian datang dan semua terkubur di liang lahad. Sebenarnya, ketika kematian mendekat, baru disadari betapa singkatnya waktu di dunia. Pada hari dibangkitkan, Allah akan bertanya kepada manusia.


“Allah bertanya, ‘Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?' Mereka menjawab, ‘Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung.' Allah berfirman, ‘Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui.' Maka apakah kamu mengira bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?�? ( al-Mu'minuun: 112-115)

Mengabaikan Allah dan tidak mengacuhkan kehidupan akhirat, sepanjang hidup mengejar keserakahan dunia, berarti hukuman abadi di dalam api neraka. Orang-orang yang berada di jalan ini digambarkan Al-Qur`an sebagai “orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan (kehidupan) akhirat�? . Bagi mereka, Allah memutuskan, “Maka tidak akan diringankan siksa mereka dan mereka tidak akan ditolong.�? (al-Baqarah: 86)

“Sesungguhnya, orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami, mereka itu tempatnya ialah neraka, disebabkan apa yang selalu mereka kerjakan.�? (Yunus: 7-8)


Bagi mereka yang lupa bahwa dunia merupakan tempat sementara dan mereka yang tidak memperhatikan ayat-ayat Allah, tetapi merasa puas dengan permainan dunia dan kesenangan hidup, menganggap memiliki diri mereka sendiri, serta menuhankan diri sendiri, Allah akan memberikan hukuman yang berat. Al-Qur`an menggambarkan keadaan orang yang demikian,


“Adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya).�? (an-Naazi'aat: 37-39)


Semoga bisa menambah wawasan .. dan menyegarkan ingatan kita kembali .. tentang pentingnya mempersiapkan bekal untuk perjalanan hidup yang selanjutnya..

Yakinilah adanya azab kubur





Air yang tenang jangan disangka tiada buaya
(Hiasan Sahaja)



Mati adalah akhir perjalanan hidup setiap insan di dunia ini. Di penghujung jalan, se-tiap hidup yang berjiwa akan merasakan mati. Firman Allah, Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. (Ali Imran: 185). Mati adalah titik permulaan insan memasuki alam lain (alam lain dalam bahasa Arab di sebut Alam Akhirat). Alam Akhirat ini digelar juga Alam Balasan amalan seseorang semasa hidup di dunia. Amalan baik dibalas baik dan sebaliknya. Tulisan ini me-ngenai amalan jahat, dibalas jahat. Balasan ini bermula daripada memasuki liang kubur lagi.

1. Firman Allah, Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat pada waktu orang-orang yang zalim ( berada) dalam tekanan-tekanan sakrat (mabuk) mati, sedang para malaikat memukul dengan tangan mereka (sambil berkata) “keluarkan nyawamu. Pada hari itu kamu dibalas dengan seksaan yang sangat menghinakan kerana kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar. (Al-An’am:93). Di sini azab bermula dari saat kemati-an lagi, belum pun dikapankan dan dikebumikan. Ini adalah sebahagian daripada seksa yang berlaku sebelum kiamat. Ditambah dengan azab kubur kerana kebanyakan insan akan mengalaminya. (Ibn Hajar, syarah bagi ayat tersebut, Fathul Bari, bab 86 Mengenai Azab Kubur, halaman 600-601).
2. Firman Allah, Nanti akan Kami seksa mereka dua kali kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar. (At-Taubah: 101). Maksud seksa dua kali ialah pertama tembelang orang munafik dan kedua seksa kubur. Atau seksa dunia dan seksa kubur. Semestinya salah satu daripada dua seksa itu ialah seksa kubur. (Ibn Hajar, syarah bagi ayat tersebut, Fathul Bari, bab 86 Mengenai Azab Kubur, halaman 599 dan 601). Nanti akan Kami seksa mereka dua kali iaitu azab seksa di dunia dan azab seksa kubur. (Tafsir Ibn-Kathir bagi ayat ini).
3. Firman Allah, Dan Firaun beserta kaumnya dikepung oleh azab yang amat sangat buruk. Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang (sebelum hari bangkit dari kubur), dan pada hari terjadinya Kiamat, dikatakan kepada malaikat: “Masukkanlah Firaun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras. (Al-Mu’min: 45-46).
Roh Firaun dan orang-orangnya dalam (tembolok) burung hitam berulang alik ke neraka, begitulah ardhuha (ditunjukkan). Ditunjukkan ini bermula dari dunia ini lagi sebelum Kiamat. Ditunjukkan ini di alam barzakh. Inilah hujah bagi orang yang mengatakan bahawa azab seksa kubur itu memang benar. (Ibn Hajar, syarah bagi ayat tersebut, Fathul Bari, bab 86 Mengenai Azab Kubur, halaman 599 dan 601). Dan pada hari terjadinya Kiamat, dikata kepada malaikat: “Masukkanlah Firaun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras.” Ayat ini merupakan dalil yang amat jelas bagi Ahli Sunah mengenai adanya seksa di alam barzakh dan dalam kubur. (Tafsir Ibn-Kathir bagi ayat ini).
4. Sabda Nabi s.a.w.: Apabila seorang mukmin diletakkan dalam kuburnya, datanglah (malaikat-malaikat) kepadanya lalu dia mengucap bahawa tiada Tuhan yang disembah selain Allah dan Muhammad itu pesuruh Allah. Ini menepati firman Allah berbunyi Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu (kalimah tauhid dua kalimah syahadat tersebut). Nabi s.a.w. menyebut mengenai azab kubur dengan sabdanya, Apabila seseorang Muslim mengucap bahawa tiada Tuhan yang disembah selain Allah dan Muhammad itu pesuruh Allah. Firman Allah, Allah mengukuhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu (kalimah tauhid dua kalimah syahadat tersebut).
Diturunkan ayat ini mengenai azab kubur. Mengenai seksa kubur ini ada ulama mengatakan seksa badan dan roh kedua-duanya sekali. Allah Maha Kuasa mengembalikan sebahagian daripada jasad yang berkecai itu dicantumkan semula dan mengembalikan nyawanya ke dalam jasadnya itu. Tidak kurang pula, termasuk Ibn Hazm dan Ibn Hubairah yang mengatakan seksa kubur adalah seksa roh sahaja tanpa ia kembali semula kepada badan. Bandingkan dengan orang bermimpi merasa selesa atau seksa, sedangkan orang-orang yang ada bersamanya tidak tahu satu apa pun apa yang berlaku pada diri si tidur yang bermimpi itu. (Ibn Hajar, Fathul Bari, bab 86 Mengenai Azab Kubur, halaman 599, 602 dan 603). Daripada keterangan ini masalah orang mati hancur badannya atau dimakan binatang buas tidak timbul.
5. Hadis Nabi s.a.w.: Rasulullah melihat mayat mereka yang dijatuhkan ke dalam perigi (sebuah perigi yang berisi dengan mayat-mayat orang musyrikin yang terbunuh dalam Perang Badar) seraya bersabda, Adakah kamu benar memperoleh apa yang Tuhan janjikan kepada kamu?” Sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, anda bercakap dengan orang-orang yang sudah mati.” Jawab Rasulullah, “Mereka lebih dengar daripada yang kalian dengar tetapi mereka tidak berdaya menjawabnya. Sesungguhnya si mati itu diseksa dalam kuburnya. (Ibn Hajar, Fathul Bari, bab 86 Mengenai Azab Kubur, halaman 599 dan jilid 8 halaman 31).
6. Sabda Nabi s.a.w.: Sesungguhnya mereka tahulah sekarang bahawa segala apa yang aku katakan adalah benar. Allah berfirman, Sesungguhnya kamu tidak dapat menjadikan orang-orang yang mati itu mendengar. Maksud Sesungguhnya kamu tidak dapat menjadikan orang-orang yang mati itu mendengar, dengan erti kata dengar yang memanfaatkan mereka, atau anda tidak boleh mereka mendengar kecuali dengan izin Allah. Kenyataan ini ada kaitan dengan pertanyaan “Wahai Rasulullah, anda bercakap dengan orang-orang yang sudah mati” yang tersebut di atas. Dengan ini bererti sama ada mereka dengar dengan telinga badan atau telinga roh. (Ibn Hajar, Fathul Bari, bab 86, Mengenai Azab Kubur, halaman 599 dan 602 ).
7. Daripada Aisyah r.a. berkata, ba-hawa seorang wanita Yahudi datang kepadanya lalu menyebut tentang seksa dalam kubur dengan katanya, “Moga-moga Allah lindungi anda daripada seksa kubur.” Lalu Aisyah bertanya kepada Rasulullah s.a.w. mengenai seksa kubur. Rasulullah menjawab, Ya, memang benar ada seksa kubur. Selepas itu, kata Aisyah, setiap kali Rasulullah melakukan solat, baginda tidak meninggalkan bacaan doa memohon perlindungan daripada seksa kubur. Ghundur menambah, seksa kubur memang benar. (Ibn Hajar, Fathul Bari, bab 86, Mengenai Azab Kubur, halaman 599-600).
8. Pada satu hari Rasulullah s.a.w. berdiri menyampaikan ucapannya. Dalam ucapan sabdanya itu Rasulullah menyebut berkenaan ancaman dan seksaan (fitnah) kubur yang bakal dihadapi oleh si mati. Setelah Rasulullah bersabda demikian, para sahabat pun mula bercakap-cakap hingga hiruk pikuk. Ini menyebabkan ucapan Rasulullah tidak dapat didengar dengan baik. Setelah mereka diam, seorang sahabat bertanya mengenai apa yang disabdakan oleh Rasulullah selepas itu? Lalu dijawab, Rasulullah bersabda, Sesungguhnya telah diwahyukan kepadaku bahawa anda sekalian akan menghadapi ujian seksa dalam kubur tidak jauh daripada ujian Dajjal. (Ibn Hajar, Fathul Bari, bab 86, Mengenai Azab Kubur, halaman 600 dan 605).
9. Sabda Nabi s.a.w.: Apabila seorang hamba Allah dikebumikan dan kawan-kawan meninggalkannya, si mati itu mendengar hentak kasut mereka, dua malaikat pun datang kepadanya lalu disuruh duduk dan ditanya, “Apakah pendapat kamu terhadap lelaki bernama Muhammad s.a.w. ini?” Orang mukmin itu menjawab, “Saya mengaku bahawa dia adalah hamba Allah lagi Rasul-Nya.” Selepas itu malaikat itu berkata lagi, “Lihatlah tempat kamu di dalam Neraka, sesungguhnya Allah telah menukarkan tempatmu di dalam Syurga.”
Lalu orang yang dikebumikan itu melihat kedua-dua tempatnya itu. (Qatadah menambah, kami diberitahu bahawa kuburnya itu diperluaskan. Kemudian Qatadah menyebut riwayat Anas yang berkata:) Manakala orang munafik atau kafir akan ditanya, “Apakah pendapat kamu terhadap lelaki bernama Muhammad s.a.w. ini?” Dia akan menjawab, “Saya tidak tahu. Saya kata menurut apa yang orang lain kata.” Lalu ditanya lagi, “Kamu tidak tahu dan kamu tidak mengikut petunjuknya (dengan membaca al-Quran).” Selepas itu dia dipukul dengan tukul besi dengan satu pukulan yang menyebabkan dia menjerit-jerit. Semua mendengar jeritannya itu kecuali jin dan manusia. (Ibn Hajar, Fathul Bari, bab 86, Mengenai Azab Kubur, halaman 600).
Hadis ini menceritakan bagaimana Rasulullah s.a.w. dengan umatnya. Mereka diuji dalam kubur masing-masing. Ternyata bahawa setiap nabi itu bersama umat masing-masing. Hadis ini menunjukkan tidak boleh bertaklid dalam perkara iktikad. Perhatikan bunyi hadis tersebut di atas, “Saya tidak tahu. Saya kata menurut apa yang orang lain kata.” (Ibn Hajar, Fathul Bari, bab 86, Mengenai Azab Kubur, halaman 610).
10. Hadis Nabi s.a.w., Pada satu hari Rasulullah s.a.w. keluar selepas matahari terbenam, lalu baginda mendengar suara yang mengerikan. Rasulullah pun bersabda, Itulah suara-suara Yahudi yang sedang diseksa dalam kubur mereka.
`Mendengar suara’ kemungkinan suara malaikat yang menyeksa, atau suara Yahudi yang diseksa atau suara seksaan itu sendiri. Kalau Yahudi diseksa dengan sebab keYahudiannya, orang musyrikin juga tiada terkecuali kerana kufur syirik lebih dahsyat daripada kufur Yahudi.
Putri Khalid al-’Asi berkata bahawa dia mendengar Rasulullah s.a.w. memohon mendapatkan perlindungan daripada seksaan kubur. Rasulullah s.a.w. pernah berdoa kepada Allah yang bermaksud: Ya Allah, hamba mohon perlindungan-Mu daripada azab kubur, dan daripada azab Neraka, dan daripada kesengsaraan hidup dan mati, dan daripada kesengsaraan Al-Masih ad-Dajjal.
11. Pada satu hari Rasulullah s.a.w. melalui dua tanah perkuburan. “Mereka (yang mati dikebumikan dalam dua tanah perkuburan itu) sedang diseksa.” Mereka diseksa bukanlah kerana perkara besar. “Ya, (mereka diseksa kerana melakukan satu dosa besar) iaitu kerana seorang daripada mereka sengaja mengumpat, menyebarkan fitnah dan yang satu lagi tiada mengelakkan dirinya daripada kekotoran kencingnya.” (Ibn Abbas menambah): Kemudian Rasulullah mengambil sehelai daun hijau lalu dikoyak dua, lalu meletakkan sekeping ke atas kubur seraya bersabda, “Moga-moga seksaan mereka berdua diringankan sehingga daun ini kering.” (Ibn Hajar, Fathul Bari, bab 87 dan 88, Mengenai Azab Kubur, halaman 610, 611-612, 613).
Sebuah hadis mengenai azab atau nikmat kubur bermaksud: Kubur itu sama ada satu taman dari taman syurga atau satu rongga dari rongga neraka. Hadis ini boleh dirujuk kepada at-Tirmizi dan al-Baihaqi, tetapi sanadnya daif. Sungguhpun ia daif, tetapi maksudnya betul dan benar kerana disokong oleh hadis-hadis daripada kitab Sahih Bukhari seperti tersebut di atas. Penulis merasa berpada dengan merujuk kepada Sahih Bukhari sahaja, tidak perlu kepada sumber-sumber lain, kerana Sahih Bukhari adalah kitab yang paling sahih selepas al-Quran.

Perempuan yang baik untuk lelaki yang baik ?

Sering terdengar dakwaan lelaki yang baik untuk wanita yang baik dan demikianlah sebaliknya. Apakah maksud “baik” dalam dakwaan ini kerana kadangkala apa yang berlaku amat berbeza? 

Dakwaan ini sebenarnya berdasarkan firman Allah yang bermaksud: Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji. Sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik". [Surah al-Nur, ayat 26]
Maksud “baik” dalam ayat di atas merujukan kepada sifat secara keseluruhan yang menonjol pada diri seseorang seperti kejujuran, kesopanan, kerajinan, banyak melakukan amal shalih dan sebagainya. Namun sebagai manusia, di celah-celah kebaikan yang banyak menonjol akan tetap ada kekurangan. Maka kekurangan dan kelemahan ini tidak membatalkan kebaikan mereka yang banyak, sebaliknya menjadi cabaran untuk memperbaiki dirinya.
Merujuk kepada kehidupan sebagai pasangan suami-isteri, maka hendaklah setiap individu memilih bakal pasangannya yang baik. Akan tetapi di sebalik kebaikan itu tentu wujud satu dua kekurangan dan ini bukanlah sesuatu yang berbeza lagi menyelisihi ayat 26 surah al-Nur di atas. Sebaliknya ia menjadi cabaran kepada setiap pasangan untuk saling memohon maaf, memaafkan dan berusaha untuk memperbaiki kekurangan itu secara bersama.

Masukkan Email dan Password untuk ke Blogger